Berikutiniyang bukan tujuan dari politik luar negeri Indonesia adalah melakukan ekspansi ke negara lain untuk memperluas wilayah jajahan. Pembahasan dan Penjelasan Jawaban A. Mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang damai, saling menghormati dan menghargai kedaulatan setiap negara menurut saya kurang tepat, karena kalau dibaca dari Jawaban Berdirinya VOC di Indonesia mempunyai tujuan tertentu yaitu antara lain : Untuk menghindari persaingan dagang yang tidak sehat sesama pedagang Belanda yang ada sebelumnya sehingga mendapatkan kentungan maksimal. Untuk memonopoli perdagangan di wilayah Nusantara. Dilansirdari Encyclopedia Britannica, di bawah ini yang bukan merupakan tujuan didirikannya voc yaitu belanda ingin bekerjasama dengan pedagang pribumi. Kemudian, saya sangat menyarankan anda untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu Perhatikan data di bawah ini! (1) Bersifat lokal atau kedaerahan,, (2)Bersifat nasional dan telah ada kerjasama antar daerah,, (3)Memiliki visi yang jelas, Indonesia yang merdeka,, (4)Perlawanan bersifat fisik atau menggunakan kekuatan bersenjata,, (5)Dipimpin RS Rahmat S. 10 Maret 2022 05:40. Di bawah ini yang bukan merupakan bagian dari tujuan dari VOC yaitu a. Membantu pemerintah Belanda yang terlibat perang dengan Spanyol b. Menghindari persaingan yang tidak sehat diantara para pedagang Belanda c. Memperoleh monopoli perdagangan baik komoditas untuk ekspor ataupun impor d. Dibawah ini yang bukan merupakan bagian dari tujuan dari VOC yaitu? Membantu pemerintah Belanda yang terlibat perang dengan Spanyol; Menghindari persaingan yang tidak sehat diantara para pedagang Belanda; Memperoleh monopoli perdagangan baik komoditas untuk ekspor ataupun impor Dibawah ini yang bukan merupakan bagian dari tujuan dari VOC yaitu a. Membantu pemerintah Belanda yang terlibat perang dengan Spanyol b. Menghindari persaingan yang tidak sehat diantara para pedagang Belanda c. Memperoleh monopoli perdagangan baik komoditas untuk ekspor ataupun impor d. 7Kip. Vereenigde Oostindische Compagnie atau disingkat menjadi VOC yang didirikan pada tanggal 20 Maret 1602. Sejarah VOC belanda merupakan persekutuan dagang yang dibentuk oleh Belanda dengan tujuan untuk memonopoli perdagangan khususnya di Indonesia agar bisa bersaing dengan pedagang dari Portugal, Inggris, dan Spanyol, serta menyatukan perdagangan rempah-rempah yang berasal dari timur. Namun, makin lama tujuan tersebut berubah seiring dengan kebutuhan pada masa itu. Dalam prakteknya, Sejarah Berdirinya VOC dianggap sebagai perusahaan multinasional pertama di dunia dan sekaligus menjadi perusahaan pertama di dunia yang memberlakukan sistem pembagian VOC di IndonesiaAkan tetapi, pada tanggal 15 Januari 1602, telah dirundingkan tujuan utama dibentuknya VOC. Yaitu untuk menimbulkan bencana yang ditujukan kepada musuh, dalam hal ini bangsa Eropa lainnya, seperti Spanyol dan Portugis yang juga berencana menguasai perdagangan Asia. Hal ini juga bertujuan untuk merawat hubungan baik dengan bangsa Indonesia serta menjaga keamanan tanah air. Pada masa itu, VOC memiliki julukan popular, yaitu “kompeni” yang berasal dari kata compagnie dan memiliki arti “perusahaan”. Kesalahan penyebutan kata compagnie dilakukan oleh masyarakat Indonesia sehingga penyebutannya menjadi “kompeni” dan itulah yang dikenal hingga hari ini. Berikut ini adalah Tujuan VOC di Indonesia1. Mengurangi Persaingan antar PedagangDi awal telah dituliskan bahwa Latar Belakang VOC Didirikan di Indonesia adalah untuk mengurangi persaingan dan untuk menggabungkan berbagai usaha dari beberapa pedagang Belanda. Hal ini dilakukan untuk mencapai hasil dan juga keuntungan Mengatasi PersainganTujuan VOC di Indonesia ini adalah salah satu upaya dalam mengatasi masalah persaingan dengan pedagang yang berasal dari Eropa, seperti Portugal, Spanyol, dan Inggris. Upaya ini dilakukan agar Belanda bisa mendapatkan hasil dan mendominasi pasar dagang secara Menguasai Rempah-rempahIndonesia pada masa itu sangat kaya akan rempah-rempah. Hal ini yang juga merupakan alasan utama mengapa VOC didirikan di Indonesia. Dengan kata lain, Belanda ingin menguasai dan memonopoli semua hasil rempah-rempah agar mendapatkan keuntungan yang Memperkuat Posisi di Dunia InternasionalSecara tidak langsung, tujuan awal VOC yang ingin memonopoli perdagangan akan diikuti oleh posisi Belanda di bidang internasional yang semakin diakui. Bersamaan dengan hal tersebut maka negara-negara lain tidak mampu bersaing dengan Bantuan Kas untuk BelandaDengan memperkuat posisi di mata internasional, maka bantuan dana kepada pihak Belanda juga akan semakin mengalir. Hal ini tentu saja sangat menguntungkan, di mana Belanda bisa dengan segera menyelesaikan konflik dengan negara Menguasai PelabuhanSudah menjadi tujuan yang paling penting, bahwa kedatangan Belanda ke Indonesia oleh beberapa Pemimpin VOC dan mendirikan VOC adalah agar Belanda mampu menguasai segala sumber daya yang ada di Indonesia. Tanpa terkecuali, kerajaan-kerajaan dan juga pelabuhan-pelabuhan yang letaknya sangat strategis. Selain beberapa Tujuan VOC di Indonesia di atas, juga terdapat tujuan lain di mana politik ekonomi VOC diterapkan di Indonesia. Di mana peraturan tersebut dinilai memberatkan masyarakat Indonesia. Peraturan tersebut di antaranyaMemaksa masyarakat Indonesia untuk menjual hasil bumi dengan harga yang telah ditetapkan oleh VOC. Hasil bumi tersebut berupa rempah-rempah, seperti kayu manis, beras, gula, kapas, lada, nila, dan juga sebagian hewan adalah peraturan di mana masyarakat Indonesia diwajibkan membayar pajak dari hasil bumi mereka hak VOC untuk melakukan ektripasi, yaitu menebang pohon rakyat agar harga tidak merosot tajam dan juga untuk mengatur peredaran hasil masa itu, dikenal pula istilah pelayaran Hongi, yaitu kegiatan dengan tujuan untuk mengawasi perdagangan agar tidak terjadi penyelundupan dan juga pasar gelap. Hukuman bagi yang kedapatan melanggar peraturan VOC ini semua barangnya akan disita kemudian diperdagangkan di yang terakhir disebut juga dengan Sistem Priangan. Peraturan dari sistem ini adalah masyarakat diwajibkan membayar pajak dalam bentuk hasil bumi, sementara itu bagi sebagian yang tidak memiliki lahan maka diharuskan untuk bekerja pada VOC tanpa dampak besar yang dirasakan rakyat Indonesia pada masa penerapan Politik Ekonomi oleh VOC dan hal tersebut tergolong pada masa penjajahan Belanda di Indonesia. Seperti dampak negatif yang bisa dilihat dari bentuk penindasan terhadap rakyat Indonesia. Meskipun begitu, hasil bumi dari Indonesia bisa dikenal banyak dan menjadi kebanggaan di beberapa pasar internasional. Di samping itu, dampak positif yang bisa dirasakan oleh VOC adalah banyaknya keuntungan yang didapatkan untuk kemudian dialihkan guna mengisi kas pemerintah Istimewa VOCDengan adanya tujuan VOC didirikan, maka hal ini akan disertai juga dengan hak-hak yang didapatkan VOC dari pemerintah Belanda. Hak-hak ini lebih dikenal dengan Hak Octroi VOC. Hak-hak tersebut di antaranyaHak Monopoli PerdaganganHak ini meliputi penguasaan dagang untuk kepentingan Belanda, dan juga kebebasan berdagang dan juga berlayar pada wilayah bagian timur Tanjung Harapan dan bagian barat Selat KedaulatanHak kedaulatan ini disebut juga dengan Soevereiniteit, yaitu suatu praktek di mana Belanda bebas bertindak dalam kegiatan-kegiatan yang seharusnya diatur oleh negara. Hak-hak kedaulatan tersebut adalah memelihara angkatan perang dan mengadakan perdamaian. Selain itu, hak yang lain adalah merebut dan juga menduduki daerah-daerah asing di luar Belanda, serta memerintah pada daerah-daerah tersebut. Yang terakhir adalah menetapkan mata uang sendiri dan juga memungut dengan tujuan VOC di Indonesia dan juga banyaknya peraturan yang mengikuti perusahaan tersebut, yang berakibat menderitanya rakyat Indonesia, maka beberapa kerajaan dari seluruh tanah air tidak ingin tinggal diam atas situasi tersebut. Oleh karena itu, sejak tahun 1618-1629 kerajaan Mataram melakukan perlawanan. Disusul oleh kerajaan Banten pada tahun 1651. Kemudian kerajaan Makassar pada tahun 1666-1667, serta ada pula perlawanan dari rakyat Maluku yang dipimpin oleh Pattimura pada tahun menjalankan suatu perusahaan, tidak selamanya berjalan mulus. Hal ini juga terjadi pada VOC, dan merupakan awal kehancurannya. Terdapat banyak faktor di antaranya banyaknya ditemukan pegawai yang korupsi, terjerat hutang, semakin banyaknya persaingan dagang, dan juga adanya pembiayaan perang. Dengan adanya praktek korupsi yang dilakukan oleh beberapa pejabat VOC dan juga sejumlah kerugian yang perlahan mengurangi kas maka pada tanggal 31 Desember 1799, VOC diputuskan untuk bubar. Akibatnya, Belanda malah menanggung hutang VOC. Sejarah, Hak Istimewa VOC, Kebijakan, Tujuan, Dan Latar Belakang VOC – VOC merupakan singkatan dari Vereenidge Oostindische Compagnie yang berarti “Persekutuan Perusahaan Hindia Timur”. Pada kesempatan kali ini disini akan mengulas tentang VOC secara lengkap,. Oleh karena itu marilah simak ulasan yang ada dibawah berikut ini. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Pembacaan Teks Proklamasi 17 Agustus 1945 Pengertian VOC VOC adalah singkatan dari Vereenigde Oostindische Compagnie yang berdiri sejak tanggal 20 Maret 1602. VOC adalah kongsi dagang terbesar di nusantara untuk menyatukan perdagangan rempah-rempah dari wilayah timur dalam memperkokoh sebuah kedudukan Belanda di Indonesia. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Isi Trikora Tri Komando Rakyat Tujuan, Latar Belakang, Sejarah Awal Hingga Akhir Latar Belakang Berdirinya VOC Berkeinginan untuk memonopoli perdagangan. Untuk menghilangkan persaingan antar pedagang Belanda dan Eropa Latar belakang secara kronologis Pedagang dari bangsa Barat datang ke Indonesia dengan itikad baik dan mulai membentuk sebuah kongsi dagang. Seiring berjalannya waktu, kongsi dagang di Nusantara semakin banyak sampai timbul persaingan antara kongsi dagang satu dengan lainnya. Persaingan tersebut semakin ketat sampai tidak mengenal kongsi sesama bangsa. Hal ini mengakibatkan kerugian terhadap pemerintah Belanda karena para pedagang Belanda juga saling berseteru. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan BPUPKI Pengertian, Anggota, Tugas, Sidang, Dan Tujuan Beserta Sejarahnya Lengkap Sehubungan dengan hal itu, pada tahun 1598 pemerintah dan Parlemen Belanda Staten Generaal khususnya Johan van Oldenbarneveldt mengusulkan untuk membentuk sebuah kongsi dagang yang lebih besar dengan membentuk perusahaan dagang, seperti yang sudah dilakukan oleh Inggris EIC dan Perancis French East India Company pada tahun 1604. Usulan tersebut mendapat sambutan baik, dan pada 20 Maret 1602 didirikanlah sebuah kongsi dagang “Persekutuan Perusahaan Hindia Timur” atau lebih dikenal dengan sebutan VOC Vereenidge Oostindische Compagnie. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan PPKI Pengertian, Sejarah, Tugas, Dan Anggota Beserta Sidang Lengkap Pendiri VOC Adalah John Pieterszoon Coen. John Pieterszonn Coen juga menjadi gubernur pertama VOC. SEJARAH VOC Galangan kapal Perusahaan Hindia Timur Belanda di Amsterdam, sekitar tahun 1750. Replika Amsterdam 1749. Datangnya orang Eropa melalui jalur laut diawali oleh Vasco da Gama, yang pada tahun 1497-1498 berhasil berlayar dari Eropa ke India melalui Tanjung Pengharapan Cape of Good Hope di ujung selatan Afrika, sehingga mereka tidak perlu lagi bersaing dengan pedagang-pedagang Timur Tengah untuk memperoleh akses ke Asia Timur, yang selama ini ditempuh melalui jalur darat yang sangat berbahaya. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Sejarah Terbentuknya DI-TII Beserta Penjelasannya Pada awalnya, tujuan utama bangsa- bangsa Eropa ke Asia Timur dan Tenggara termasuk ke Nusantara adalah untuk perdagangan, demikian juga dengan bangsa Belanda. Misi dagang yang kemudian dilanjutkan dengan politik pemukiman kolonisasi dilakukan oleh Belanda dengan kerajaan-kerajaan di Jawa, Sumatera dan Maluku, sedangkan di Suriname dan Curaçao, tujuan Belanda sejak awal adalah murni kolonisasi pemukiman. Dengan latar belakang perdagangan inilah awal kolonialisasi bangsa Indonesia Hindia Belanda berawal. Selama abad ke 16 perdagangan rempah-rempah didominasi oleh Portugis dengan menggunakan Lisbon sebagai pelabuhan utama. Sebelum revolusi di negeri Belanda kota Antwerp memegang peranan penting sebagai distributor di Eropa Utara, akan tetapi setelah tahun 1591 Portugis melakukan kerjasama dengan firma-firma dari Jerman, Spanyol dan Italia menggunakan Hamburg sebagai pelabuhan utama sebagai tempat untuk mendistribusikan barang-barang dari Asia, memindah jalur perdagangan tidak melewati Belanda. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Masa Pendudukan Jepang di Indonesia 1942-1945 Namun ternyata perdagangan yang dilakukan Portugis tidak efisien dan tidak mampu menyuplai permintaan yang terus meninggi, terutama lada. Suplai yang tidak lancar menyebabkan harga lada meroket pada saat itu. Selain itu Unifikasi Portugal dan Kerajaan Spanyol yang sedang dalam keadaan perang dengan Belanda pada saat itu pada tahun 1580, menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi Belanda. ketiga faktor tersebutlah yang mendorong Belanda memasuki perdagangan rempah-rempah Interkontinental. Akhirnya Jan Huyghen van Linschoten dan Cornelis de Houtman menemukan “jalur rahasia” pelayaran Portugis, yang membawa pelayaran pertama Cornelis de Houtman ke Banten, pelabuhan utama di Jawa pada tahun 1595-1597. Pada tahun 1596 empat kapal ekspedisi dipimpin oleh Cornelis de Houtman berlayar menuju Indonesia, dan merupakan kontak pertama Indonesia dengan Belanda. Ekspedisi ini mencapai Banten, pelabuhan lada utama di Jawa Barat, disini mereka terlibat dalam perseteruan dengan orang Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Penjelasan Kondisi Ekonomi Dan Politik Sebelum Reformasi Di Indonesia Portugis dan penduduk lokal. Houtman berlayar lagi ke arah timur melalui pantai utara Jawa, sempat diserang oleh penduduk lokal di Sedayu berakibat pada kehilangan 12 orang awak, dan terlibat perseteruan dengan penduduk lokal di Madura menyebabkan terbunuhnya seorang pimpinan lokal. Setelah kehilangan separuh awak maka pada tahun berikutnya mereka memutuskan untuk kembali ke Belanda namun rempah- rempah yang dibawa cukup untuk menghasilkan keuntungan. Adalah para pedagang Inggris yang memulai mendirikan perusahaan dagang di Asia pada 31 Desember 1600 yang dinamakan The British East India Company dan berpusat di Kalkuta. Kemudian Belanda menyusul tahun 1602 dan Perancis pun tak mau ketinggalan dan mendirikan French East India Company tahun 1604. Pada 20 Maret 1602, para pedagang Belanda mendirikan Verenigde Oost-Indische Compagnie – VOC Perkumpulan Dagang India Timur. Di masa itu, terjadi persaingan sengit di antara negara-negara Eropa, yaitu Portugis, Spanyol kemudian juga Inggris, Perancis dan Belanda, untuk memperebutkan hegemoni perdagangan di Asia Timur. Untuk menghadapai masalah ini, oleh Staaten Generaal di Belanda, VOC diberi wewenang memiliki tentara yang harus mereka biayai sendiri. Selain itu, VOC juga mempunyai hak, atas nama Pemerintah Belanda -yang waktu itu masih berbentuk Republik- untuk membuat perjanjian kenegaraan dan menyatakan perang terhadap suatu negara. Wewenang ini yang mengakibatkan, bahwa suatu perkumpulan dagang seperti VOC, dapat bertindak seperti layaknya satu negara. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Sejarah Berdirinya PBB Dan Tujuannya Terlengkap Perusahaan ini mendirikan markasnya di Batavia sekarang Jakarta di pulau Jawa. Pos kolonial lainnya juga didirikan di tempat lainnya di Hindia Timur yang kemudian menjadi Indonesia, seperti di kepulauan rempah-rempah Maluku, yang termasuk Kepulauan Banda di mana VOC manjalankan monopoli atas pala dan fuli. Metode yang digunakan untuk mempertahankan monompoli termasuk kekerasan terhadap populasi lokal, dan juga pemerasan dan pembunuhan massal. Pos perdagangan yang lebih tentram di Deshima, pulau buatan di lepas pantai Nagasaki, adalah tempat satu-satunya di mana orang Eropa dapat berdagang dengan Jepang. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Sejarah Demokrasi Di Dunia Dari Abad Ke-18 Hingga Sekarang Tahun 1603 VOC memperoleh izin di Banten untuk mendirikan kantor perwakilan, dan pada 1610 Pieter Both diangkat menjadi Gubernur Jenderal VOC pertama 1610-1614, namun ia memilih Jayakarta sebagai basis administrasi VOC. Sementara itu, Frederik de Houtman menjadi Gubernur VOC di Ambon 1605 – 1611 dan setelah itu menjadi Gubernur untuk Maluku 1621 – 1623. Tujuan Dibentuknya VOC Berdirinya VOC di Indonesia mempunyai tujuan tertentu yaitu antara lain Untuk menghindari persaingan dagang yang tidak sehat sesama pedagang Belanda yang ada sebelumnya sehingga mendapatkan kentungan maksimal. Untuk memperkuat kedudukan bangsa Belanda terhadap suatu persaingan dengan para pedagang bangsa Eropa lainnya Untuk memonopoli perdagangan di wilayah Nusantara Untuk membantu dana pemerintah Belanda menghadapi Spanyol yang masih menduduki Belanda. Hak Istimewa VOC Hak-hak istimwa yang tercantum dalam Oktroi Piagam atau Charta pada tanggal 20 Maret 1602 antara lain yaitu sebagai berikut Hak monopoli untuk berdagang dan berlayar di wilayah sebelah timur Tanjung Harapan dan sebelah barat Selat Magelhaens serta menguasai perdagangan untuk kepentingan sendiri. Hak kedaulatan soevereiniteit sehingga dapat bertindak layaknya suatu negara untuk memelihara angkatan perang memaklumkan perang dan mengadakan perdamaian merebut dan menduduki daerah-daerah asing di luar Negeri Belanda memerintah daerah-daerah tersebut menetapkan/mengeluarkan mata-uang sendiri memungut pajak. Kebijakan-kebijakan VOC selama berkuasa di Indonesia sejak tahun 1602 – 1799 antara lain dapat dirangkum sebagai berikut Menguasai pelabuhan-pelabuhan dan mendirikan benteng untuk melaksanakan monopoli perdagangan. Melaksanakan politik devide et impera memecah dan menguasai dalam rangka untuk menguasai kerajaan-kerajaan di Indonesia. Untuk memperkuat kedudukannya dirasa perlu mengangkat seorang pegawai yang disebut Gubernur Jendral. Melaksnakan sepenuhnya Hak Octroi yang ditawarkan pemerintah Belanda. Membangun pangkalan / markas VOC yang semula di Banten dan Ambon, dipindah dipusatkan di Jayakarta Batavia. Melaksanakan pelayaran Hongi Hongi tochten. Adanya Hak Ekstirpasi, yaitu hak untuk membinasakan tanaman rempah-rempah yang melebihi ketentuan. Adanya verplichte leverantien penyerahan wajib dan Prianger Stelsel system Priangan Prianger Stelsel system Priangan , penyerahan wajib dimulai tahun 1723 Masyarakat di Priangan dikenai aturan wajib kerja menanam kopi dan menyerahkan hasilnya kepada kompeni. Wajib kerja ini sama dengan kerja paksa / rodi, rakyat tanpa diberi upah, menderita dan miskin. Faktor Penyebab Runtuhnya/Bankrutnya VOC VOC yang pernah kokoh dan jaya bisa runtuh atau hancur karena adanya beberapa hal yaitu antara lain sebagai berikut Dalam Keuntungan VOC semakin menurun Pegawainya banyak yang korupsi karena adanya Perubahan politik Belanda dari berdirinya Republik Bataaf 1795 yang demokratis dan liberal dengan menganjurkan perdagangan bebas VOC mempunyai banyak hutang Pembiayaan perang Semakin banyaknya persaingan dagang di Asia khususnya Inggris dan Perancis PEMBUBARAN VOC Pada pertengahan abad ke-18 VOC mengalami kemunduran karena beberapa sebab sehingga dibubarkan. Alasannya adalah sebagai berikut Banyak pegawai VOC yang curang dan korupsi Banyak pengeluaran untuk biaya peperangan contoh perang melawan Hasanuddin dari Gowa Banyaknya gaji yang harus dibayar karena kekuasaan yang luas membutuhkan pegawai yang banyak Pembayaran Devident keuntungan bagi pemegang saham turut memberatkan setelah pemasukan VOC kekurangan Bertambahnya saingan dagang di Asia terutama Inggris dan Perancis Perubahan politik di Belanda dengan berdirinya Republik Bataaf 1795 yang demokratis dan liberal menganjurkan perdagangan. Berdasarkan alasan di atas VOC dibubarkan pada tanggal 31 Desember 1799 dengan hutang 136,7 juta gulden dan kekayaan yang ditinggalkan berupa kantor dagang, gudang, benteng, kapal serta daerah kekuasaan di Indonesia. Itulah ulasan lengkapnya, Semoga apa yang diulas diatas bermanfaat bagi pembaca. Sekian dan Terima Kasih. Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Cari Pada kesempatan Kali ini ingin membagikan artikel tentang VOC Berikut Adalah Pembahasannya VOC persekutuan dagang belanda untuk memonopoli perdagangan di Asia salah satunya di Indonesia. VOC adalah kepanjangan singkatan dari Vereenigde Oostindische Compagnie yang dibentuk sejak tanggal 20 Maret tahun 1602. VOC yaitu kongsi dagang terbesar di nusantara untuk menggabungkan perdagangan rempah-rempah dari wilayah timur dalam memperkuat kedudukan Belanda di Indonesia. Latar Belakang Pembentukan VOC Pembentukan VOC di Indonesia oleh Belanda ini tentu saja mempunyai dasar atau kehendak untuk memonopoli Indonesia di bidang perdagangan. Dan sebenarnya bukan saja Belanda yang mempunyai kehendak untuk menguasai perdagangan di Indonesia, Negara Inggris pun juga mempunyai niat yang serupa. Bahkan, Inggris dapaat disebut melangkah lebih dulu daripada VOC dengan membentuk suatu perserikatan dagang untuk kawasan Asia di tahun 1600 yang kala itu diberi nama EIC East India Company. adanya EIC ini membuat Belanda cemas atas dominasi perdagangan di Indonesia. Sehingga, persaingan yang ada di antara para pedagang Belanda sendiri kemudian beralih menjadi persatuan serta kesepakatan untuk membentuk suatu persekutuan untuk menghadang gerak langkah dari EIC. Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh para pedagang Belanda untuk membendung EIC ini tidak ada cara lain kecuali dengan mempersatukan para pedagang Belanda dalam sebuah wadah atau perserikatan dagang. Dan kemudian, salah satu orang anggota parlemen dari Belanda yang bernama Johan van Oldebanevelt mengajukan usul atau pendapat mengenai penggabungan pedagang – pedagang Belanda menjadi serikat dagang. dan pada tanggal 20 Maret 1602 atas prakarsa dari Pangeran Maurits serta Olden Barneveld didirikanlah suatu perkumpulan kongsi perdagangan yang bernama Verenigde Oost-Indische Compagnie – VOC Perkumpulan Dagang India Timur. Untuk menjalankan VOC ini, ada pengurus pusat yang terdiri dari 17 orang. VOC kemudian membuka kantor pertamanya di Indonesia yang berada di Banten yang diketuai oleh Francois Wittert pada tahun 1602. Tujuan Pembentukan VOC Di Indonesia Dalam pembentukannya, VOC di Indonesia sendiri mempunyai beberapa tujuan yang spesifik. Sehingga sesungguhnya mereka mempunyai road map yang jelas pada saat dibentuk, bukan asal serta tanpa tujuan yang jelas. sebab pada masa itu, sesungguhnya ada banyak pedagang Belanda yang juga tengah menjalankan dagang dan bisnisnya di Indonesia. Berikut dibawah ini tujuan utama dari pembentukan VOC di Indonesia. 1. Menghindari persaingan dagang yang tidak sehat diantara sesama pedang Belanda agar keuntungan maksimal bisa didapat 2. memperkokoh keadaan Belanda dalam menghadapi persaingan dagang dengan bangsa Eropa lainya. 3. Membantu berupa dana ke pemerintah Belanda yang sedang berjuang melawan Spanyol yang masih menduduki Belanda. Hak Istimewa atau Hak Octroi VOC Terdapat beberapa hak istimewa atau hak octroi yang diberikan oleh Pemerintah Belanda kepada VOC di Indonesia. berikut di bawah point-point pentingnya. Hak monopoli perdagangan Hak mencetak dan mengedarkan uang Hak mengangkat dan memperhentikan pegawai Hak mengadakan perjanjian dengan raja-raja Hak memiliki tentara sendiri Hak mendirikan benteng Hak menyatakan perang dan damai Hak mengangkat dan memperhentikan penguasa-penguasa setempat. Hak menjalankan kekuasaan kehakiman Politik Ekonomi Yang Dilancarkan VOC Untuk mendukung VOC dalam menjalankan misi untuk menguasai perdagangan serta memonopoli perdagangan di Indoensia, VOC mempunyai strategi terutama dalam politik ekonominya. setiap strategi politik ekonomi yang dijalankan VOC tersebut senantiasa menguntungkan VOC dan merugikan rakyat Indonesia. Ada beberapa politik ekonomi yang tetapkan VOC di Indonesia contohnya seperti di bawah ini 1. Verplichhte Leverantie Verplichhte Leverantie adalah memaksa pribumi untuk menjual hasil bumi dengan harga yang sudah diterakpan oleh VOC. Peraturan ini melarang rakyat untuk menjual hasil bumi kepada pedagang lain selain VOC. Hasil bumi tersebut diantaranya yaitu lada, kapas, kayu manis, gula, beras dan nila binatang ternak. 2. Contingenten Contingenten adalah kewajiban bagi rakyat untuk membayar pajak berbentuk hasil bumi. 3. Ektripasi Ektripasi adalah hak VOC untuk menebang tanaman rempah-rempah agar tidak terjadi kelebihan produksi yang bisa mengakibatkan merosotnya harga. 4. Pelayaran Hongi Pelayaran Hongi merupakan bertujuan untuk mengawasi pelaksanaan perdagangan yang dilakukan oleh VOC. Pelayaran ini dilakukan untuk menghindari adanya penyelundupan serta perdagangan pasar gelap yang menyalahi aturan VOC. Tindakan yang dilakukan oleh VOC untuk yang melanggar peraturan atau ketentuan yang telah disepakati VOC yaitu penyitaan barang dagangan, dijebloskan ke penjara dan yang paling kejinya dijual sebagai budak di pasar budak bahkan sampai pada yang terberat yakni menghabisi nyawa. Kemunduran VOC di Indonesia Setelah sekian lama menduduki Indonesia serta menjadikan Indonesia sebagai ladang emasnya, VOC kemudian mengalami kemunduran atau runtuh. Dan bahkan pada puncaknya VOC dibubarkan oleh Belanda sebab beberapa penyebab utama. Berikut dibawah ini Penyebab keruntuhan VOC 1. Banyak pegawai VOC yang korupsi 2. VOC terjerat banyak hutang 3. Pengeluaran VOC yang semakin besar akibat melakukan perang 4. Adanya persaingan yang ketat dari pedagang Eropa 5. Penggunaan tentara sewaan yang membebani kas VOC 6. Adanya perang yang terus menerus oleh VOC sehingga memakan biaya yang cukup besar terutama ketika perang melawan Diponegoro 7. Pembagian deviden laba dari kegiatan perdagangan kepada pemilik saham walaupun kas VOC mengalami defisit Demikianlah artikel dari tentang VOC Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Kita Semua!

dibawah ini yang bukan merupakan bagian dari tujuan voc yaitu